Oke sudah hampir 1 bulan gue ga posting sesuatu ke blog gue ini. Pada tanggal 14 Mei kemarin akhirnya surat ijin penelitian/riset yang gue kirim ke BAPEPAM & LK di Jakarta (selanjutnya gue sebut aja Capital City, biar gaya dikit hehehehe) akhirnya dapat balasan, walaupun balasannya via sms hehehehe.
Akhirnya gue bikin rencana buat pergi ke Capital City, pertama gue pusing buat nyari biaya perjalanannya (untuk biaya berangkat gue ada tapi untuk biaya pulangnya itu !?!??!? pas mau beli tiket eeeehhh malah tiket kereta bisnisnya udah habis terpaksa deh beli tiket eksekutif ckckckc, tepaksa hutang dulu deh ke teman gue). Selanjutnya rute selama di Capital City, ini bisa gue lihat via Google Maps (Mbah Google adalah salah satu search engine paling すごい
, disini gue bisa tanya apa aja kecuali tanya masalah Tuhan Yang Maha Esa). Terakhir gue berangkatnya sama siapa??? Klo ini gue berangkat sama salah satu dari Four Mas Kentir yang kebetulan juga lagi ada interview di Capital City, yaitu The Man without Sin alias Tovan Saputera.
Gue berangkat ke Capital City tanggal 21 Mei naik kereta api Sembrani kelas eksekutif dari Stasiun Pasar Turi tujuan ke Stasiun Gambir, gue berangkat jam 18:30 WIB sampai di Gambir tanggal 22 Mei jam 06:30 pagi (buseeeeeeettttt 12 jam di kereta api, untung penyakit perjalanan gue ga kambuh. PS: penyakit perjalanan gue itu ialah hoeeeeeeeeekkkkkkk
)
| TIKET KA SEMBRANI |
Hari pertama gue di Capital City, kaki gue pegal-pegal semua. Lalu gue diajak sama the Man without Sin makan rawon di stasiun Gambir. Buseeeeetttt ternyata harga rawonnya satu porsi Rp 18.000,-
mahal banget 3x harga di Kota Surabaya tercinta. Selanjut gue numpang mandi
dulu di Musholla Gambir, setelah itu gue jalan kaki
ke BAPEPAM & LK, setelah sampai ternyata orang yang ditemui sedang ada tugas di luar kantor
, terpaksa harus nunggu besoknya. Acara berikutnya ke BEI untuk interview kerja the Man without Sin, dari BAPEPAM jalan kaki
lagi ke terminal bus Senen, untuk naik bus P67 jurusan Blok M, nunggu bus ini lama banget (PS: Para pengamen
di Capital City itu banyak jenisnya). Setelah itu gue nunggu the Man without Sin di Musholla BEI sampai jam 17:30 WIB (katanya interview cuma 1 jam ternyata 4 jam). Untuk kembali ke Stasiun Gambir gue ambil inisiatif untuk naik Busway aja dari Sudirman ke Monas (ternyata di Busway itu bagian paling depan khusus untuk wanita, padahal gue sempat ke depan jadi malu gue
). Setelah sampai di Monas, gue makan soto ayam di sekitar Monas yang ternyata harganya Rp 20.000,-
sama aja kayak makan 3x di Surabaya (PS: penjualan satu suku sama gue, yaitu MADURA). Pada akhir hari gue numpang tidur
di Musholla Gambir, tapi ga begitu nyenyak karena serang nyamuk yang kecil tapi berisik ckckckck).
Di hari kedua, gue jalan kaki lagi
ke BAPEPAM & LK, setelah sampai ternyata orang yang mau gue temui masih muda banget!!! hampir sebaya ama gue. Data yang gue minta nanti bakal dirubah ke excel biar bisa dikirim ke gue nanti. Setelah itu makan mie ayam dekat kantor BAPEPAM & LK, disini terjadi keanehan ternyata harga mie ayamnya cuma Rp 8.000 aja
beda sama yang sebelumnya gue makan. Kemudian lanjut ke Stasiun Pasar Senen buat beli tiket, lagi-lagi gue kehabisan tiket kereta api bisnis, akhirnya terpaksa hutang lagi, kali ini hutang ke the Big Boy "Angga". Akhirnya hutang gue sampe 1/4 juta
. Pas waktu menunggu kereta api menuju kota Surabaya tercinta di Musholla Stasiun, gue sempat lihat atraksi percobaan bunuh diri seorang bapak tua yang tidur di rel kereta api
, untung aja ada porter yang menolong klo ga udah koid
tuh bapak tua. Gue naik kereta api Gumarang dari Pasar Senen jam 18:05 WIB tujuan stasiun Pasar Turi, sampai di Pasar Turi tanggal 24 Mei jam 06:00 WIB pagi.
Di hari kedua, gue jalan kaki lagi
| TIKET KA GUMARANG |
Pada postingan kali ini, gue ngeposting sambil pake emoticon ONION HEAD , emoticon ini biasanya gue pake pas posting forum Indowebster.


